a2cbe851 b386 44b9 9272 dc66386fe570

Panyabungan | Panyabungan.go.id

Pernikahan dini atau pernikahan anak berusia di bawah 19 tahun (calon mempelai pria) dan 16 tahun (calon mempelai wanita) rentan mengalami ketidak stabilan dalam membina rumah tangga. Sejumlah faktor turut mempengaruhi terjadinya kasus – kasus (problem social) yang terjadi dalam rumah tangga hasil perkawinan dini tersebut.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Panyabungan (Arif Hidayat, S.Ag) yang menerima kunjungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Mandailing Natal, mengatakan, dalam pernikahan usia dini dipastikan fungsi-fungsi keluarga banyak yang tidak jalan. Menurut beliau, sejumlah faktor dapat mempengaruhi terjadinya ketidak harmonisan dalam rumah tangga dalam pernikahan dini. Faktor-faktor itu dalam proses berjalannya waktu berumah tangga akan mengarah kepada gagalnya mewujudkan tujuan perkawinan secara ideal.

11add269 9866 4db8 9ffe 22d88cc7a2c7

“Faktor psikis misalnya, untuk yang ekonomi lemah dan usia kedua pasangan yang tidak terpaut jauh. Lambat laun akan terjadi cekcok. Fase-fase itu terkoneksi satu faktor dengan faktor yang lain,” ujarnya di dampingi Panitera Muda Hukum ( Rivi Hamdani Lubis, S.H.I).

9496fb9c 70df 4a97 a555 677e18a0ab94

 

Bahwa untuk mencegah pernikahan dini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjalin kerjasama dengan Pengadilan Agama Panyabungan melalui penyampaian data tentang adanya permohonan dispensasi nikah yang ada di Pengadilan Agama Panyabungan yang bertujuan untuk melakukan tindakan pencegahan sesuai dengan kewenangan dan tugas DP3A.

  • aaaco.jpg
  • abandi.jpg
  • kategori1sippmuhammad-yassir-rangkuti.jpg